Mengapa Murid di Sekolah Menempelkan Telunjuk ke Dahi Ketika Mereka Berkonsentrasi?



Kebanyakan murid sekolah menempelkan telunjuk ke dahi ketika mereka berkonsentrasi. Biasanya hal ini dialami oleh beberapa murid sekolah SD. Mereka menempelkan telunjuk ke dahi ketika mereka berkonsentrasi terhadap ujian, test, PR, ataupun dalam memecahkan hal sulit. Saya pun dulu juga menempelkan telunjuk ke dahi saya ketika berkonsentrasi. Hal itu dilakukan secara tidak sengaja. Ya.. menempelkan telunjuk ke dahi ketika mereka berkonsentrasi merupakan sebuah reflek yang biasa dilakukan para murid di sekolah.
Pertanyaannya, mengapa murid di sekolah menempelkan telunjuk ke dahi mereka? Apa hubungannya antara telunjuk, dahi, dan konsentrasi? Saya pikir adalah sebuah lelucon jika kita menjelaskan bahwa menempelkan jari ke telunjuk saat berkonsentrasi adalah sebuah prinsip fisika yang melekat pada natur manusia terlebih pada murid di sekolah.
Seseorang yang saya tanyai hanya menjawab “jika memegang anggota tubuh yang lain, murid di sekolah itu tidak akan bisa berkonsentrasi.” Dulu saat saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah mendiskusikan hal yang sudah ada sehari-hari ini. Dengan sifat kesoktahuan kami, kami menyimpulkan bahwa menempelkan telunjuk ke dahi ketika berkonsentrasi merupakan cara yang tepat untuk menyalurkan kalor yang ada di badan kita menuju otak kita. Dengan begitu, fungsi otak akan meningkat dan para murid di sekolah dapat berkonsentrasi dengan lebih baik.
Sampai sekarang saya belum bisa menemukan jawaban pasti atas teori yang tidak tahu asal mulanya. Dan yang pasti sampai sekarang para murid di sekolah masih menempelkan telunjuk ke dahi mereka ketika berkonsentrasi. Dan jika kita tanya kepada mereka apakah dengan menempelkan telunjuk ke dahi mereka bisa lebih berkonsentrasi, mereka akan menjawab “YA.”

Mengapa Arloji Dipakai di Tangan Kiri?



Arloji adalah inovasi faktor praktis yang sampai sekarang tetap digemari oleh kalangan orang super sibuk. Meskipun di dalam ponsel sudah tercantum jam, tapi tetap saja arloji lebih praktis dipakai. Tapi kenapa tradisi arloji dipakai di tangan kiri? Sebenarnya pertanyaan ini dapat dijawab dengan mudah. Sederhana saja, arloji disetting untuk dipakai di tangan kiri karena tangan itulah yang paling tidak sering dipakai. Jika kita menulis, menggunting, memegang, dan menggunakan mesin sesuatu dengan tangan yang sudah ada porsinya (kanan). Maka tangan kirilah yang masih menganggur.
Mungkin satu hal yang akan membuat anda bingung. Arloji pertama kali tidak ditemukan di Indonesia, melainkan di Swiss. Sampai sekarang saya belum bisa menjelaskan bagaimana cara mereka melakukan banyak hal sembari ada arloji di tangan kiri mereka?

Apa Maksud Dari “Ketinggian Diukur Dari Permukaan Laut”? Bukankah Permukaan Laut di Setiap Tempat Berbeda-beda?



Kita banyak mendengar istilah pengukuran tinggi yang sedikit aneh. “2.000 meter diatas permukaan laut”. Biasanya pengukuran ini diberlakukan untuk tinggi gunung. Tapi, tidakkah kita berpikir bahwa tinggi permukaan air di setiap tempat berbeda-beda. Jika tinggi air di setiap wilayah berbeda, gunung yang memiliki tinggi 2.000 meter di Kalimantan mungkin tidak lebih tinggi dari gunung yang memiliki tinggi 2.000 meter di Afrika.
Para ahli meteorologi mengatakan bahwa perhitungan tinggidiatas permukaan laut” dihitung dua kali. Yaitu ketika bulan berada di balik koordinat gunung tersebut dan ketika bulan berada di atas koordinat gunung. Jadi, perhitungan ini adalah rata-rata pada saat tinggi air di sekitar gunung ada di titik paling rendah (surut) ditambah pada saat tinggi air di sekitar gunung ada di titik paling tinggi (pasang).
Berarti, perhitungan tinggi itu bukan seakurat yang orang katakan? Ya.. Tinggi itu adalah sebuah perkiraan rata-rata ketika air surut dan ketika air pasang. Jika anda benar-benar ingin mengetahui seberapa tinggi gunung tersebut secara valid, maka pengukuran harus dilakukan benar-benar dari dasar laut dimana gunung itu berada, karena dari situlah titik terendah gunung.

Mengapa Jika Memesan Buku Cek dari Bank, Lembar Cek Pertama Diberi Nomor “101”, Bukannya “1”?


Saat kita memesan buku cek dari bank, biasanya bank memberikan satu bendel kertas cek. Biasanya terdiri dari 50 hingga 100 lembar. Tapi, ketika kita menerima buku cek itu dan membuka lembar pertama, nomor yang tertera di buku cek tersebut tidak berawal dari nomor ‘1’ atau ‘01’ atau ‘001’. Padahal, lembar cek itu adalah termasuk lembar cek pertama yang kita pesan.
Tradisi ini diadopsi dari beberapa bank di Eropa dan Amerika. Persaingan bank disana sangat besar. Itulah yang membuat mereka bersaing dalam segala hal, termasuk dalam penomoran lembar cek. Alasannya sebenarnya sangat lucu, karena mereka tidak mau para nasabahnya mengira bahwa itu adalah buku cek pertama yang dikeluarkan bank itu.
Persepsi para nasabah terhadap kredibilitas bank sangat berpengaruh terhadap seberapa besar mereka menabung, deposit, atau meminjam uang. Karena itulah lembar cek pertama di buku cek itu bernomor ‘11’ atau 101’. Beberapa perusahaan di Amerika Selatan malah memberikan nomor ‘1001’ pada lembar cek pertama yang dipesan oleh nasabah

Mengapa Banyak Saklar Lampu Diletakkan 30 cm Diatas Gagang Pintu?


Mungkin analisa yang paling bagus untuk pertanyaan ini adalah “agar saklar lampu nyaman ditekan karena sejajar dengan tinggi badan pemilik rumah.” Tapi apakah ketentuan ini juga diterapkan di semua tempat di dunia. Bandingkan saja tinggi bada orang Asia dengan Orang Amerika.
Saklar lampu yang diletakkan 30 cm diatas gagang pintu sebenarnya hanyalah ukuran untuk orang Amerika Selatan dan Eropa. Saklar dibuat dengan ukuran letak seperti itu memang agar mudah digapai. Tapi aturan ini memberikan efek bagi banyak developer-developer di dunia. Di Jepang misalnya, para pengembang hotel menaruh saklar lampu kamar hotel lebih tinggi dari standart tinggi orang Jepang. Hal ini dimaksudkan agar memberikan kenyamanan bagi calon turis yang lebih tinggi dari mereka.
Di indonesia, aturan pemasangan saklar seperti itu sudah tidak berlaku. Saya tidak tahu mengapa. Mungkin saja karena memang developer-developer Indonesia sudah tidak menghiraukan aturan 30 cm itu. Oia.. satu lagi, di negara-negara Asia Tenggara lainnya, aturan peletakan saklar berubah menjadi 45 cm diatas gagang pintu. Kalau ini, saya sudah tidak tahu harus jawab apa.

Mengapa Api Unggun Menimbulkan Bunyi Gemeretak yang Sangat Banyak dan Beruntun?



Bunyi gemeretak pada api unggun  yang beruntun sebenarnya bukan berasal dari api. Melainkan berasal dari kayu itu sendiri. Sebatang kayu yang ada pada api unggun memiliki rongga-rongga udara yang berisi sedikit udara yang terjebak. Lebih jelas, baca artikel saya tentang “Mengapa Kayu Meletup Ketika Dibakar?
Tumpukan banyak kayu itulah yang membuat api unggun mengeluarkan suara gemeretak yang hampir bersamaan. Sekali lagi, janganlah takut mendengar bunyi gemeretak ketika anda menyalakan api unggun. Tidak berbahaya kecuali anda memasukkan tangan anda kedalamnya.