Showing posts with label Aneh. Show all posts
Showing posts with label Aneh. Show all posts

Apa Maksud Dari “Ketinggian Diukur Dari Permukaan Laut”? Bukankah Permukaan Laut di Setiap Tempat Berbeda-beda?



Kita banyak mendengar istilah pengukuran tinggi yang sedikit aneh. “2.000 meter diatas permukaan laut”. Biasanya pengukuran ini diberlakukan untuk tinggi gunung. Tapi, tidakkah kita berpikir bahwa tinggi permukaan air di setiap tempat berbeda-beda. Jika tinggi air di setiap wilayah berbeda, gunung yang memiliki tinggi 2.000 meter di Kalimantan mungkin tidak lebih tinggi dari gunung yang memiliki tinggi 2.000 meter di Afrika.
Para ahli meteorologi mengatakan bahwa perhitungan tinggidiatas permukaan laut” dihitung dua kali. Yaitu ketika bulan berada di balik koordinat gunung tersebut dan ketika bulan berada di atas koordinat gunung. Jadi, perhitungan ini adalah rata-rata pada saat tinggi air di sekitar gunung ada di titik paling rendah (surut) ditambah pada saat tinggi air di sekitar gunung ada di titik paling tinggi (pasang).
Berarti, perhitungan tinggi itu bukan seakurat yang orang katakan? Ya.. Tinggi itu adalah sebuah perkiraan rata-rata ketika air surut dan ketika air pasang. Jika anda benar-benar ingin mengetahui seberapa tinggi gunung tersebut secara valid, maka pengukuran harus dilakukan benar-benar dari dasar laut dimana gunung itu berada, karena dari situlah titik terendah gunung.

Mengapa Jika Memesan Buku Cek dari Bank, Lembar Cek Pertama Diberi Nomor “101”, Bukannya “1”?


Saat kita memesan buku cek dari bank, biasanya bank memberikan satu bendel kertas cek. Biasanya terdiri dari 50 hingga 100 lembar. Tapi, ketika kita menerima buku cek itu dan membuka lembar pertama, nomor yang tertera di buku cek tersebut tidak berawal dari nomor ‘1’ atau ‘01’ atau ‘001’. Padahal, lembar cek itu adalah termasuk lembar cek pertama yang kita pesan.
Tradisi ini diadopsi dari beberapa bank di Eropa dan Amerika. Persaingan bank disana sangat besar. Itulah yang membuat mereka bersaing dalam segala hal, termasuk dalam penomoran lembar cek. Alasannya sebenarnya sangat lucu, karena mereka tidak mau para nasabahnya mengira bahwa itu adalah buku cek pertama yang dikeluarkan bank itu.
Persepsi para nasabah terhadap kredibilitas bank sangat berpengaruh terhadap seberapa besar mereka menabung, deposit, atau meminjam uang. Karena itulah lembar cek pertama di buku cek itu bernomor ‘11’ atau 101’. Beberapa perusahaan di Amerika Selatan malah memberikan nomor ‘1001’ pada lembar cek pertama yang dipesan oleh nasabah

Mengapa Banyak Saklar Lampu Diletakkan 30 cm Diatas Gagang Pintu?


Mungkin analisa yang paling bagus untuk pertanyaan ini adalah “agar saklar lampu nyaman ditekan karena sejajar dengan tinggi badan pemilik rumah.” Tapi apakah ketentuan ini juga diterapkan di semua tempat di dunia. Bandingkan saja tinggi bada orang Asia dengan Orang Amerika.
Saklar lampu yang diletakkan 30 cm diatas gagang pintu sebenarnya hanyalah ukuran untuk orang Amerika Selatan dan Eropa. Saklar dibuat dengan ukuran letak seperti itu memang agar mudah digapai. Tapi aturan ini memberikan efek bagi banyak developer-developer di dunia. Di Jepang misalnya, para pengembang hotel menaruh saklar lampu kamar hotel lebih tinggi dari standart tinggi orang Jepang. Hal ini dimaksudkan agar memberikan kenyamanan bagi calon turis yang lebih tinggi dari mereka.
Di indonesia, aturan pemasangan saklar seperti itu sudah tidak berlaku. Saya tidak tahu mengapa. Mungkin saja karena memang developer-developer Indonesia sudah tidak menghiraukan aturan 30 cm itu. Oia.. satu lagi, di negara-negara Asia Tenggara lainnya, aturan peletakan saklar berubah menjadi 45 cm diatas gagang pintu. Kalau ini, saya sudah tidak tahu harus jawab apa.

Mengapa Api Unggun Menimbulkan Bunyi Gemeretak yang Sangat Banyak dan Beruntun?



Bunyi gemeretak pada api unggun  yang beruntun sebenarnya bukan berasal dari api. Melainkan berasal dari kayu itu sendiri. Sebatang kayu yang ada pada api unggun memiliki rongga-rongga udara yang berisi sedikit udara yang terjebak. Lebih jelas, baca artikel saya tentang “Mengapa Kayu Meletup Ketika Dibakar?
Tumpukan banyak kayu itulah yang membuat api unggun mengeluarkan suara gemeretak yang hampir bersamaan. Sekali lagi, janganlah takut mendengar bunyi gemeretak ketika anda menyalakan api unggun. Tidak berbahaya kecuali anda memasukkan tangan anda kedalamnya.

Mengapa Kebanyakan Pelayan Restoran Menyatukan Mulut Botol Kecap di Saat Restoran Akan Tutup?


Ada kebiasaan aneh yang menjadi tradisi di beberapa restoran di seluruh dunia. Terlebih bagi restoran yang menyediakan kecap sebagai salah satu pelengkap hidangan. Pada sore hari, seringkali para karyawan atau pelayan menyatukan mulut botol kecap saat restoran akan tutup. Tujuannya memang aneh, tapi layak untuk dipahami: untuk mengisi penuh botol-botol yang isinya sudah berkurang.
Dalam dunia food and buffer ada hal yang harus selalu diperhatikan oleh pemilik dan pengurus restoran. Semua hidangan berbotol (kecap, saus, dll) yang dihidangkan di meja harus terisi penuh. Hal ini dipahami oleh sebagian besar restoran sebagai wujud pelayanan yang ‘mengutamakan’ pelanggan.
Di mata pelanggan, kebersihan dan kesempurnaan adalah segalanya. Termasuk ‘kesempurnaan’ isi botol kecap. Sebaik apa sebuah restoran menyediakan hidangan dan menyempurnakan pelengkapnya (kecap, saus, tisu, piring, sendok, dll) sebaik itulah kelas restoran tersebut.
Benar juga, di satu sisi pemilik restoran ingin melayani pelanggan-pelanggannya secara sempurna dengan memberikan botol kecap yang terisi penuh, tapi di sisi lain, pemilik restoran tak mau mengeluarkan uang terus-menerus hanya untuk mengisi penuh botol kecap mereka. Menyatukan mulut botol kecap agar isinya berpindah adalah solusi yang bagus.

Mengapa Tanggal-tanggal Pembeda Setiap Zodiak Selalu Dicantumkan di Ramalan Bintang di Majalah-majalah?

Mungkin suatu hal yang aneh jika di majalah-majalah yang terdapat ramalan bintang menaruh tanggal-tanggal untuk membedakan setiap zodiak. Orang-orang yang menyukai ramalan bintang dan mempercayai ramalan berdasarkan zodiak mungkin akan (hampir) selalu membaca ramalan bintang yang dicantumkan di majalah-majalah. Mereka menginginkan hal yang ‘update’ tentang ramalan diri mereka. Bukan tidak mungkin para pembaca ramalan zodiak akan selalu mengingat apa zodiak mereka karena terlalu seringnya mereka membaca ramalan bintang.
Pertanyaan yang diajukan kali ini akan sedikit mengingatkan kita akan daftar zodiak dan tanggal-tanggal pembeda zodiak. Zodiak terdiri dari 12 karakter. Zodiak ditentukan oleh perputaran fase-fase bintang yang ada di antariksa. Perubahan fase-fase inilah yang dipisahkan menurut periode masing-masing:

Capricorn (22 Desember – 20 Januari)
Aquarius (21 Januari – 19 Februari)
Pisces (20 Februari – 21 Maret)
Aries (22 Maret – 21 April)
Taurus (22 April – 21 Mei)
Gemini (22 Mei – 20 Juni)
Cancer (21 Juni – 20 Juli)
Leo (21 Juli – 19 Agustus)
Virgo (20 Agustus – 19 September)
Libra (20 September – 20 Oktober)
Scorpio (21 Oktober – 20 November)
Sagitarius (21 November – 20 Desember)

Jika sekarang anda melihat daftar zodiak diatas dan bisa menentukan apa zodiak anda, wajar jika anda menganggap tidak perlu dicantumkan tanggal-tanggal pembeda setiap zodiak di majalah. Tapi ada hal yang membuat desainer-desainer majalah tersebut menuliskan tanggal-tanggal pembeda di setiap zodiak. Sederhana saja, pola fase-fase dari rasi bintang terkadang berubah-ubah. Ingatlah bahwa revolusi bumi terhadap matahari bukan genap 365 hari, melainkan 265 hari 5 jam 59 menit 42 detik.
Hal itu sebenarnya tidak menyebabkan fase-fase zodiak berubah setiap tahunnya. Satu hal yang menyebabkan fase-fase zodiak berubah dikarenakan oleh waktu revolusi bulan terhadap bumi tidak genap 1 bulan (30 hari) melainkan 29,7 hari (29 hari 16 jam 48 menit). Zodiak ditentukan oleh waktu ‘bulanan’ fase-fase rasi bintang. Ditambah lagi dengan pengurangan hari pada bulan februari yang menjadikan periode zodiak semakin kacau bergeser.

Mengapa di Uang Rp 1.000,- Terdapat Gambar Banteng?

Saya pernah diberi pertanyaan oleh teman saya. Saya disuruh mencari gambar banteng pada uang kertas Rp 1.000. Saya hanya heran, karena setahu saya tidak ada gambar banteng pada uang kertas Rp 1.000. Saya kembali bertanya kepada teman saya, “Seluruh badan, ataukah anggota tubuh banteng saja?” Teman saya hanya menjawab, “terserah.”
Saya mulai mencari hingga akhirnya frustasi dan tidak menemukan gambar banteng tersebut. Saya semakin curiga dengan teman saya. Saya curiga kalau saya dipermainkan. Setelah 5 menit mencari dan tidak menemukan hasil. Teman saya berkata, “Jika kamu bisa menemukan gambar banteng tersebut, saya akan beri seratus ribu.” Sebagai jaminan, saya pegang uang seratus ribu miliknya. “Kalau kamu tidak bisa menemukannya, uang Rp 1.000 yang ada ditanganmu jadi punyaku.” (uang seribuan yang saya gunakan untuk mencari adalah uang saya sendiri).
Kecurigaan saya semakin bertambah karena dia menawarkan taruhan yang perbandingannya 100 kali lipat. Tapi, karena uang seratus ribuan itu sudah di tangan, saya semakin giat untuk mencari. Semakin lama saya mencari, saya menyerah. Terpaksa saya memberikan uang Rp 1.000 milik saya dan mengembalikan lembaran Rp 100.000 miliknya. Saya menanyakan pada dia, dimana gambar banteng yang dia maksud.

Pasti agan-agan sekalian mencoba mencari banteng tersebut pada gambar diatas. Kalau agan jeli, pasti agan bisa menemukannya. Bukan uang Rp 1.000 saja. Ternyata semua uang kertas terdapat gambar banteng. Kenapa? Karena semua uang kertas Indonesia terdapat gambar Burung Garuda. Sekarang kalau agan-agan masih ingat pelajaran ketika SD. Sebutkan gambar apa saja yang ada di dada burung garuda?

Mengapa Kayu Meletup Kalau Dibakar


Kita sering mendengar kayu yang meletup ketika dibakar. Hal ini biasanya terjadi saat kayu sudah menghitam dan hampir menjadi arang. Tapi pertanyaannya, darimana bunyi meletup itu berasal? Bagian manakah yang pecah sehingga mengeluarkan bunyi meletup seperti itu?
Kayu termasuk benda solid (padat) yang memiliki rongga-rongga kecil (mungkin rongga-rongga kayu tersebut tak terlihat oleh mata kita). Rongga-rongga kecil pada kayu tersebut berisi sedikit udara yang tidak bisa keluar karena tidak ada celah (saya juga tidak tahu mengapa kayu memiliki rongga-rongga seperti itu dan bagaimana udara bisa masuk kedalamnya).
Ketika dibakar, pastinya kayu akan mengalami kenaikan suhu. Kenaikan suhu inilah yang memuat udara yang ada dalam rongga-rongga kayu mengalami pemuaian. Pemuaian ini menyebabkan rongga-rongga kayu tersebut mengembang (tetapi udara tidak bisa keluar). Ketika pengembangan rongga kayu tersebut sudah melebihi batas. Layaknya balon yang mengembang, rongga-rongga trsebut akan pecah. Pecahnya rongga-rongga tersebut mengeluarkan bunyi-bunyi meletup yang biasa kita dengar.
Berbahayakah? Tidak juga. Kejadian ini bukanlah seperti ikan yang digoreng terlalu panas sehingga meletup bersama tetesan minyak. Tapi bisa juga (sedikit) berbahaya ketika ada rongga yang cukup ‘besar’ pada kayu dan mengalami pemuaian yang besar pula. Mungkin jika rongga itu meletup, akan melemparkan abu-abu panas yang ada di sekitarnya.

Mengapa Nilai ‘E’ Menghilang Dari Skala Penilaian di Sekolah-Sekolah di Amerika?

Sistem penilaian di Amerika sangat berbeda dengan sistem penilaian seperti yang kita alami. Dahulu sistem penilaian di Amerika terdiri dari penilaian huruf. Di Endicott, Amerika nilai A,B,C,D,F merupakan nilai hasil prestasi mereka. Sedangkan nilai E adalah semacam komentar atas usaha seorang anak yang berusaha memperbaiki nilainya. E berarti Excellent.
Hal ini menjadikan para siswa dengan mudah mengganti dari F menuju E. Dahulu, sebelum ada sistem penilaian menggunakan komputer, satu goresan saja sudah cukup untuk membuat orang tua mereka tersenyum.
Di beberapa tempat di Amerika, nilai F berarti tidak lulus, sedangkan nilai E adalah sebuah peringatan bagi murid yang nilainya anjlok di semester pertama. Prosedurnya begini, jika seorang anak mendapatkan nilai yang setara dengan nilai ‘tak lulus’ ketika semester pertama, dia akan diberi nilai E agar dia berusaha untuk merubah nilai-nilainya. Jika semester kedua dia bisa memperbaiki nilainya, mungkin sang guru akan memberinya D atau bahkan C. Bagi murid yang tidak berhasil memperbaiki, dia akan mendapatkan nilai F (tidak boleh ada nilai E di akhir semester kedua). Tapi hal ini membuat murid-murid yang mendapatkan nilai E telah merasa bahwa dirinya sudah tak layak lulus. “jadi jika aku sudah dinilai tak pantas lulus, buat apa aku berusaha?” Jadi, para guru yang iba memberikan nilai D (di semester pertama) agar sang murid memiliki semangat untuk terus memperbaiki nilainya.
Hal ini berlanjut hingga pada akhirnya terjadi banyak kasus (gara-gara keteledoran si murid) bahwa sang murid mendapatkan nilai F (tidak lulus) di semester kedua tanpa diberi nilai E (peringatan) di semester pertama. Para orang tua merasa tidak senang dengan keputusan ini. Kemudian, orang tua diberi penekanan bahwa nilai D adalah nilai yang terendah yang bisa didapatkan oleh seorang murid dan harus diperbaiki jika tidak ingin mendapatkan nilai F di akhir semester kedua.
Di beberapa wilayah di Amerika, beberapa sekolah memberikan sistem penilaian berbeda-beda. Seorang mantan Elementary school di Amerika bagian barat, Pamela L. Gibson menyebutkan bahwa dulu sekolah SDnya memberikan penilaian sebagai berikut:

E – Excellent (sempurna)
VG – Very Good (sangat baik)
S – Satisfactory (memuaskan)
P – Poor (buruk)
U – Unsatisfactory (tidak memuaskan)

Pamela mengatakan “Sistem penilaian A-F dihilangkan di sekolah itu agar tidak membingungkan murid dan orang tua akan kebingungan antara nilai E sebagai ancaman tidak lulus atau nilai E yang berarti sempurna.
Charles Northrop memberikan penjelasan lain tentang masa lalunya di sekolahnya. Dia mengirimkan rapor tahun 1965-1966 miliknya kepada sebuah acara di Amerika. Rapor ini menunjukkan sistem penilaian yang tidak biasa:

E – prestasi yang unggul
S+ – kemajuan yang memuaskan
S- – kemajuan yang tidak sesuai harapan
N – perlu perbaikan

J. Orville Smith mengungguli pendapat Charles. Smith bersekolah dasar di Portsmouth, Virginia dari 1918-1926, dimana saat itu skala penilaian yang diberikan berupa kode:

E – Excellent (sempurna)
VG – Very Good (sangat baik)
G – Good (baik)
F – Fair (cukup)
P – Poor (buruk)
VP – Very Poor (sangat buruk)

Di beberapa wilayah kecil di Amerika Utara, ada skala penilaian yang berupa A-E (tanpa F). Hal ini malah membuat para siswa dengan mudahnya meyakinkan orang tua mereka bahwa nilai yang mereka dapat (nilai E) adalah sempurna. Banyak juga orang tua yang tertipu. Dan sampai sekarang, sudah banyak sekolah-sekolah yang mencari sistem penilaian sendiri demi mengurangi risiko penipuan anak terhadap orang tua mereka.
Bagaimana dengan Indonesia. Jika kita bandingkan, sistem pendidikan Indonesia jauh dibawah Amerika. Tetapi saya cukup puas dengan skala penilaian dari 0 -100.

Mengapa Anjing Jantan Mengangkat Salah Satu Kaki Ketika Kencing?


Anjing memiliki kebiasaan mengangkat salah satu kakinya ketika kencing. Mengapa dia melakukan hal itu? Sebenarnya hal ini seperti sebuah lelucon untuk dibahas, tapi bahkan jawabannya sangat-sangat diluar pemikiran kita. Banyak orang yang mengatakan bahwa anjing kencing dengan mengangkat kaki itu gara-gara dia mempunyai naluri untuk mengangkat kaki. Wanita kencing dengan jongkok, pria kencing dengan berdiri dan mengarahkan penisnya ke lubang yang seharusnya. Begitu pula dengan anjing. Dia memiliki naluri yang sudah melekat dalam ‘undang-undang peranjingan’.
Ada pula yang mencoba menjelaskan hal ini dengan jawaban yang simple. “Tidak semua anjing melakukan hal itu. Buktinya anjing peliharaan saya, dia selalu kencing di rumput-rumput depan rumah saya. Dia tidak mengangkat salah satu kakinya. Apalagi di daerah rumah saya tidak ada anjing lain yang dipelihara, jadi tak akan ada yang memprovokasi dia untuk mengangkat salah satu kakinya. Jadi sebaiknya hal ini tidak usah diperdebatkan”
Mungkin benar juga jawaban barusan. Tapi hal itu bukan tanpa sebab. Anjing mengangkat salah satu kakinya ketika kencing bukan karena diprovokasi ataupun karena naluri yang tidak bisa hilang, melainkan untuk memberi tanda batas kekuasaannya agar anjing lain mengetahui daerah kekuasaannya itu. Lalu, buat apa sampai mengangkat salah satu kaki segala? Anjing juga memiliki pemikiran yang logis, semakin tinggi dia mengangkat kaki, semakin jauh ‘lemparan’ air kencingnya, semakin luas batas kekuasaannya. Tapi, saya tidak memungkiri ada anjing yang tidak mengangkat salah satu kakinya ketika kencing, karena dia sudah tahu bahwa di daerah tempat-tinggalnya tidak anjing lain yang berkeliaran.