Showing posts with label Prinsip Fisika. Show all posts
Showing posts with label Prinsip Fisika. Show all posts

Mengapa Murid di Sekolah Menempelkan Telunjuk ke Dahi Ketika Mereka Berkonsentrasi?



Kebanyakan murid sekolah menempelkan telunjuk ke dahi ketika mereka berkonsentrasi. Biasanya hal ini dialami oleh beberapa murid sekolah SD. Mereka menempelkan telunjuk ke dahi ketika mereka berkonsentrasi terhadap ujian, test, PR, ataupun dalam memecahkan hal sulit. Saya pun dulu juga menempelkan telunjuk ke dahi saya ketika berkonsentrasi. Hal itu dilakukan secara tidak sengaja. Ya.. menempelkan telunjuk ke dahi ketika mereka berkonsentrasi merupakan sebuah reflek yang biasa dilakukan para murid di sekolah.
Pertanyaannya, mengapa murid di sekolah menempelkan telunjuk ke dahi mereka? Apa hubungannya antara telunjuk, dahi, dan konsentrasi? Saya pikir adalah sebuah lelucon jika kita menjelaskan bahwa menempelkan jari ke telunjuk saat berkonsentrasi adalah sebuah prinsip fisika yang melekat pada natur manusia terlebih pada murid di sekolah.
Seseorang yang saya tanyai hanya menjawab “jika memegang anggota tubuh yang lain, murid di sekolah itu tidak akan bisa berkonsentrasi.” Dulu saat saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah mendiskusikan hal yang sudah ada sehari-hari ini. Dengan sifat kesoktahuan kami, kami menyimpulkan bahwa menempelkan telunjuk ke dahi ketika berkonsentrasi merupakan cara yang tepat untuk menyalurkan kalor yang ada di badan kita menuju otak kita. Dengan begitu, fungsi otak akan meningkat dan para murid di sekolah dapat berkonsentrasi dengan lebih baik.
Sampai sekarang saya belum bisa menemukan jawaban pasti atas teori yang tidak tahu asal mulanya. Dan yang pasti sampai sekarang para murid di sekolah masih menempelkan telunjuk ke dahi mereka ketika berkonsentrasi. Dan jika kita tanya kepada mereka apakah dengan menempelkan telunjuk ke dahi mereka bisa lebih berkonsentrasi, mereka akan menjawab “YA.”

Apa Maksud Dari “Ketinggian Diukur Dari Permukaan Laut”? Bukankah Permukaan Laut di Setiap Tempat Berbeda-beda?



Kita banyak mendengar istilah pengukuran tinggi yang sedikit aneh. “2.000 meter diatas permukaan laut”. Biasanya pengukuran ini diberlakukan untuk tinggi gunung. Tapi, tidakkah kita berpikir bahwa tinggi permukaan air di setiap tempat berbeda-beda. Jika tinggi air di setiap wilayah berbeda, gunung yang memiliki tinggi 2.000 meter di Kalimantan mungkin tidak lebih tinggi dari gunung yang memiliki tinggi 2.000 meter di Afrika.
Para ahli meteorologi mengatakan bahwa perhitungan tinggidiatas permukaan laut” dihitung dua kali. Yaitu ketika bulan berada di balik koordinat gunung tersebut dan ketika bulan berada di atas koordinat gunung. Jadi, perhitungan ini adalah rata-rata pada saat tinggi air di sekitar gunung ada di titik paling rendah (surut) ditambah pada saat tinggi air di sekitar gunung ada di titik paling tinggi (pasang).
Berarti, perhitungan tinggi itu bukan seakurat yang orang katakan? Ya.. Tinggi itu adalah sebuah perkiraan rata-rata ketika air surut dan ketika air pasang. Jika anda benar-benar ingin mengetahui seberapa tinggi gunung tersebut secara valid, maka pengukuran harus dilakukan benar-benar dari dasar laut dimana gunung itu berada, karena dari situlah titik terendah gunung.

Mengapa Banyak Saklar Lampu Diletakkan 30 cm Diatas Gagang Pintu?


Mungkin analisa yang paling bagus untuk pertanyaan ini adalah “agar saklar lampu nyaman ditekan karena sejajar dengan tinggi badan pemilik rumah.” Tapi apakah ketentuan ini juga diterapkan di semua tempat di dunia. Bandingkan saja tinggi bada orang Asia dengan Orang Amerika.
Saklar lampu yang diletakkan 30 cm diatas gagang pintu sebenarnya hanyalah ukuran untuk orang Amerika Selatan dan Eropa. Saklar dibuat dengan ukuran letak seperti itu memang agar mudah digapai. Tapi aturan ini memberikan efek bagi banyak developer-developer di dunia. Di Jepang misalnya, para pengembang hotel menaruh saklar lampu kamar hotel lebih tinggi dari standart tinggi orang Jepang. Hal ini dimaksudkan agar memberikan kenyamanan bagi calon turis yang lebih tinggi dari mereka.
Di indonesia, aturan pemasangan saklar seperti itu sudah tidak berlaku. Saya tidak tahu mengapa. Mungkin saja karena memang developer-developer Indonesia sudah tidak menghiraukan aturan 30 cm itu. Oia.. satu lagi, di negara-negara Asia Tenggara lainnya, aturan peletakan saklar berubah menjadi 45 cm diatas gagang pintu. Kalau ini, saya sudah tidak tahu harus jawab apa.

Mengapa Api Unggun Menimbulkan Bunyi Gemeretak yang Sangat Banyak dan Beruntun?



Bunyi gemeretak pada api unggun  yang beruntun sebenarnya bukan berasal dari api. Melainkan berasal dari kayu itu sendiri. Sebatang kayu yang ada pada api unggun memiliki rongga-rongga udara yang berisi sedikit udara yang terjebak. Lebih jelas, baca artikel saya tentang “Mengapa Kayu Meletup Ketika Dibakar?
Tumpukan banyak kayu itulah yang membuat api unggun mengeluarkan suara gemeretak yang hampir bersamaan. Sekali lagi, janganlah takut mendengar bunyi gemeretak ketika anda menyalakan api unggun. Tidak berbahaya kecuali anda memasukkan tangan anda kedalamnya.

Mengapa Banyak Produsen Menaruh Rasa Mint Pada Pasta Gigi?


Banyak sekali pasta gigi yang mengandung rasa mint. Rasa mint itu (benar-benar) sangat disukai oleh para pengguna pasta gigi. Rasa yang unik menemani mereka ketika menggosok gigi. Tapi pernahkah anda mencari tahu kenapa rasa mint itu ditaruh di pasta gigi? Apakah dulu ketika pasta gigi pertama kali dibuat sudah mengandung rasa mint?

Di artikel sebelumnya saya sudah menjawab pertanyaan “Mengapa Tak Ada Tanggal Kadaluwarsa Pada Botol Pasta Gigi?” Di artikel tersebut saya juga menerangkan bahwa pada awalnya, pasta gigi yang beredar mengandung deterjen. Deterjen inilah yang ‘membersihkan’ kuman-kuman yang ada pada gigi. Bau dan rasa yang khas dari kandungan deterjen mungkin sangat tidak disukai pemakai pasta gigi. Dari situlah ide menambahkan rasa mint pada pasta gigi keluar.

Kini sudah banyak pasta gigi yang tidak lagi ‘hanya’ menggunakan rasa mint melainkan sudah menaruh perasa buah di setiap jel pasta gigi. Bahkan kini, kandungan deterjen yang ada pasta gigi sudah mulai dikurangi mengingat efeknya bagi pemakai.

Mengapa Tak Ada Tanggal Kadaluwarsa Pada Botol Pasta Gigi? Kapan Kadaluwarsanya?


Tanggal kadaluwarsa biasa dicantumkan di berbagai produk makanan dan minuman, atau mungkin juga dicantumkan pada bumbu-bumbu penyedap. Pasta gigi berurusan dengan mulut. Seharusnya produsen pasta gigi mencantumkan tanggal kadaluwarsa di setiap labelnya. Tapi kebanyakan pencantuman tanggal kadaluwarsa tidak dilakukan oleh pemilik perusahaan atau bahkan oleh konsultan kesehatan.
Kebanyakan pasta gigi (dulu) mengandung deterjen, meskipun hanya 0,000 sekian persen. Kandungan deterjen inilah yang tidak ‘mengandung’ waktu kadaluwarsa. Ditambah dengan perasa pada pasta gigi yang tidak menggunakan sari buah asli. Mereka menaruh ‘perasa’ buah dalam pasta gigi tersebut. Jika anda menginginkan pasta gigi disertai oleh tanggal kadaluwarsa, mungkin anda harus memikirkan untuk mengusulkan ide agar di bungkus deterjen pencuci pakaian juga dicantumkan tanggal kadaluwarsa.